Thursday, 10 November 2016




Media sosial merupakan sarana komunikasi yang dapat menghubungkan kita dengan seseorang yang jauh di sana atau dapat juga digunakan untuk mengenal dan bertemu orang-orang baru. Namun sekarang peran media sosial seolah berubah menjadi bagian dari hidup seseorang yang tidak mudah dilepaskan. Lewat media sosial kita dapat terhubung dengan mudah dan tak terbatas.

Selain segala manfaat dan kemudahan yang bisa kita dapat dari media sosial, penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menyebabkan kecanduan.

Kecanduan media sosial bisa sangat berbahaya dan dapat membuat kita terkena penyakit psikologis lainnya. Ironis memang. Media sosial seolah memiliki dua mata pisau yang apabila tidak digunakan dengan bijak dapat menjadi bumerang bagi diri kita sendiri.

Seseorang dapat dikatakan kecanduan media sosial apabila menghabiskan waktu lebih dari 4 jam untuk sekedar memeriksa akun media sosialnya.

Selain itu ciri-cirinya dapat juga dikenali dari aktifitas yang mulai terganggu karena terlalu sibuk dengan media sosialnya.


Berikut ini adalah gangguan psikologis yang dapat terjadi akibat kecanduan media sosial:

1. Phantom Vibration Syndrome

Sindrom ini digambarkan sebagai suatu gejala di mana pengguna selalu mengecek ponselnya untuk melihat apakah ada pesan atau notifikasi yang masuk untuknya, padahal ponsel tersebut tidak memberikan notifikasi apapun.

2. FOMO (Fears Of Mising Out)
Menurut psikolog asal india, Dr. Rippen Sippy menyebutkan bahwa, "FOMO mengembangkan perasaan takut kehilangan update dan peristiwa penting, mereka terus akan sibuk dengan memeriksa ponsel. Hal pertama yang dilakukan adalah untuk memeriksa apakah Ia telah melewatkan sesuatu yang penting di platform media sosialnya."

Ya, pecandu media sosial, akan merasa gelisah ketika secara sengaja atau tidak meninggalkan alat komunikasi yang menghubungkannya dengan dunia maya. Jika pun ia membawanya, ia akan selalu mengecek notifikasi, seolah-olah takut ketinggalan berita.



Selain itu pecandu media sosial cenderung akan menjadi seseorang yang apatis. Dia tidak akan peduli dengan apapun yang terjadi di sekitarnya, saat sedang asik berselancar di akun media sosialnya.

Dr. Rippen Sippy juga mengungkapkan bahwa seseorang yang telah kecanduan media sosial akan cenderung tidak mampu berada di kondisi keramaian dan banyak orang. Mereka akan sebisa mungkin menghindari interaksi langsung dan lebih memilih larut dengan media sosialnya.

Sebagian besar mereka akan lebih nyaman berada di dunia maya dibanding menghadapi dunia mereka. Karena media sosial dapat membuat mereka bertemu dan berkumpul dengan sekelompok orang yang memiliki pemahaman dan pola pikir yang sama. Apabila kondisi tersebut terus berlanjut, hal ini dapat membuat seseorang tersebut terjebak dalam dunia maya dan tidak dapat menghadapi kehidupan yang sesungguhnya.

Tetapi kita tidak perlu takut, karena kecanduan media sosial bukanlah gangguan psikologis berat yang sulit disembuhkan.

Nah, bagaimana caranya agar kita tidak kecanduan media sosial:

1. Memahami Prioritas Hidup Kita
Kita harus mulai bijak dalam menentukan mana prioritas utama hidup kita, jangan sampai terlalu larut dalam menggunakan media sosial sehingga lupa tugas utama kita. Seperti misalnya sekolah, tugas-tugas kuliah atau melupakan kewajiban kita karena terlalu asyik menghabiskan waktu memeriksa status teman.

2. Membatasi Penggunaan Media Sosial
Sekarang ini media sosial semakin banyak dan beragam. Facebook, twitter, instagram, path, whatsapp, bbm dan masih banyak yang lainnya. Pilihlah media sosial yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan, jangan membuat akun di semua jejaring sosial dan aktif di dalamnya. Itu akan menguras habis waktu kita untuk terus aktif di dalamnya.

3. Bangun Interaksi Langsung
Sesekali kunjungi teman ke rumahnya sekedar silaturahmi atau pergi dengan mereka sekadar kongkow bersama. Jangan hanya menyapa lewat media sosial saja.

4. Atur Waktu
Mulailah mengatur waktu online kita. Lakukan kegiatan di dunia maya hanya pada waktu senggang dan mengisi waktu luang setelah menyelesaikan semua tugas kita.

5. Jangan Terlalu Bergantung Dengan Media Sosial
Sesekali kita bisa kembali menggunakan cara primitif, ketika ada yang menghubungi kita lewat media sosial, balaslah lewat sms atau telepon orang tersebut.



Fitur-fitur yang ditawarkan media sosial memang dapat memudahkan kita dalam melakukan komunikasi, namun jangan sampai kita terlalu larut dan melupakan kehidupan di dunia nyata. Karena kita tidak hidup di dunia maya.

Bijaklah dalam menggunakan media sosial ya Sobat KAP.



0 comments:

Tentang KAP

Selamat datang di keluarga kecil Komunitas Anak Pendiam!

Komunitas Anak Pendiam atau sering disingkat dengan KAP. Merupakan sebuah komunitas yang diisi oleh anak-anak pendiam dari seluruh penjuru Indonesia. Kami berharap komunitas ini bisa menjadi tempat bertukar cerita, bertukar pikiran, dan pengalaman dalam menjalani hidup sebagai pendiam.

Mari bergabung di grup KAP (Komunitas Anak Pendiam)..

Terpopuler